Tesis
Apakah Pinjaman Fintech Berdampak Pada Kinerja Industri Mikro Kecil (IMK)? Bukti Empiris di Indonesia
Pengarang:
Aditya Purwantoko - ; Mohamad Dian Revindo (Pembimbing/Promotor) - ; Muhammad Hanri (Penguji) - ; Muhammad Halley Yudhistira (Penguji) -
Deskripsi
Meskipun Industri Mikro Kecil (IMK) memiliki peranan penting di negara-negara berkembang, industri tersebut menghadapi tantangan berkaitan dengan keterbatasan akses modal kerja. Lebih dari itu, mayoritas IMK masih masuk kategori unbanked. Pada era digital, sektor keuangan global mengalami perubahan, tak terkecuali Indonesia, yaitu dengan berkembangnya financial technology (fintech), yang diantaranya adalah munculnya pinjaman fintech dalam bentuk platform Peer-to-Peer (P2P) lending. Fintech P2P lending menawarkan solusi pembiayaan alternatif bagi IMK yang selama ini mengalami keterbatasan akses terhadap modal kerja dari lembaga keuangan konvensional seperti bank. Namun, apakah kemudahan akses pembiayaan modal kerja yang ditawarkan oleh fintech P2P lending tersebut berdampak pada kinerja IMK? Dengan menggunakan data dari Survei Industri Mikro Kecil (VIMK) di Indonesia rentang tahun 2020-2022, penelitian ini melakukan pengujian dengan menggunakan metode Propensity Score Matching (PSM) untuk mengetahui dampak fintech P2P lending terhadap kinerja IMK. Hasilnya, IMK yang menggunakan fintech P2P lending memiliki kemungkinan untuk mempunyai kinerja yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak menggunakan.