Faktor Penentu Muslim Indonesia Berhenti Merokok: Pengaruh Religiusitas, Kesehatan, dan Keuangan (Analisis Data IFLS 2014)
Pengarang:
Deeva Mulya Firdausi - ; Irfani Fithria Ummul Muzayanah (Pembimbing/Promotor) - ; Risna Triandhari (Penguji) - ; Putu Geniki Lavinia Natih (Penguji) -
Deskripsi
Perilaku merokok telah meningkatkan beban sosial, ekonomi, dan kesehatan bagi Indonesia. Prevalensi merokok di kalangan masyarakat Muslim masih sangat tinggi dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, sehingga diperlukan sebuah upaya untuk mengurangi perilaku ini di masyarakat.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana religiusitas, kondisi kesehatan, dan kendala keuangan akan mempengaruhi keputusan berhenti merokok masyarakat Muslim Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan menggunakan data sekunder dari Indonesia Family Health Survey (IFLS) 2014. Data yang digunakan sebagai sampel penelitian sebanyak 7387 responden. Metode analisis regresi logistik biner digunakan untuk melihat hubungan antara religiusitas, kondisi kesehatan, dan kendala keuangan dengan keputusan berhenti merokok. Penelitian ini menemukan bahwa religiusitas yang digambarkan dari ibadah shalat dan tingkat ketaatan individu berpengaruh signifikan positif terhadap keputusan berhenti merokok. Sedangkan kondisi kesehatan dan kendala keuangan berpengaruh signifikan negatif terhadap keputusan berhenti merokok. Variabel lain yang juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan berhenti merokok adalah pendidikan, jenis kelamin, status pernikahan, dan usia. Penelitian ini merekomendasikan kepada seluruh stakeholders untuk merumuskan kebijakan yang mengintegrasikan faktor keagamaan, kesehatan, dan ekonomi serta berkaitan dengan tujuan maqashid syariah sebagai upaya dalam mendorong masyarakat Indonesia untuk berhenti merokok. Faktor keagamaan melalui aktivitas keagamaan, yaitu ibadah shalat menjadi faktor paling dominan untuk meningkatkan keputusan individu berhenti merokok, khususnya seorang Muslim.