Tesis
Upah Minimun dan Energi Efisiensi pada Industri Manufaktur di Indonesia
Minimum Wage and Energy Efficiency in the Manufacturing Industry in Indonesia
Pengarang:
Ega Pratama - ; Djoni Hartono (Pembimbing/Promotor) - ; Widyono Soetjipto (Penguji) - ; Uka Wikarya (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini mengkaji hubungan antara kebijakan upah minimum dan efisiensi energi dalam sektor industri manufaktur di Indonesia. Dengan memanfaatkan data dari Survei Industri Besar dan Sedang (IBS) serta Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencakup 34 provinsi dari tahun 2017 hingga 2019, penelitian ini menggunakan model ekonometrik untuk menganalisis bagaimana variasi upah minimum provinsi mempengaruhi kinerja energi perusahaan. Temuan menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara tingkat upah minimum dan ketidakefisienan energi, yang mengindikasikan bahwa kenaikan upah minimum mendorong perusahaan untuk mengadopsi praktik yang lebih efisien dalam penggunaan energi. Hubungan ini tetap kuat bahkan setelah menangani potensi masalah endogenitas melalui metode variabel instrumental (IV). Selain itu, peningkatan efisiensi energi yang dihasilkan dari kenaikan upah minimum provinsi lebih menonjol pada perusahaan yang padat karya. Implikasi kebijakan mencakup perlunya standar upah minimum yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi regional, disertai peningkatan kepatuhan perusahaan terhadap penerapan standar tersebut, serta penyediaan mekanisme dukungan untuk memfasilitasi transisi menuju efisiensi energi yang lebih tinggi di perusahaan manufaktur.