Ruang Prof. Sumitro Djojohadikusumo di Pusat Sumber Belajar (PSB) FEB UI
Koleksi karya Prof. Sumitro Djojohadikusumo merupakan bagian penting dari khazanah intelektual Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Karya-karya tersebut tidak hanya memiliki nilai akademik tinggi dalam bidang ekonomi dan pembangunan, tetapi juga memiliki nilai historis sebagai rekam jejak pemikiran ekonomi Indonesia.
Ruang ini didedikasikan untuk mengenang dan menghormati Prof. Sumitro Djojohadikusumo, seorang tokoh penting dalam sejarah ekonomi Indonesia dan salah satu pendiri Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Melalui ruang ini, pemustaka diajak menelusuri perjalanan hidup, pemikiran, serta kontribusi beliau dalam membangun fondasi ekonomi Indonesia modern dan pengembangan pendidikan tinggi di bidang ekonomi.
Ruang Prof. Sumitro Djojohadikusumo di Pusat Sumber Belajar (PSB) FEB UI tidak tercatat sebagai satu peristiwa tunggal, tetapi dapat dipahami dari latar historis pendirian gedung PSB, penghormatan terhadap Prof. Sumitro, serta fungsi memorial-edukatif ruang tersebut.
1. Latar Belakang: Figur Prof. Sumitro bagi FEB UI
Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo adalah tokoh kunci dalam sejarah FEB UI:
- Salah satu pendiri Fakultas Ekonomi UI
- Pernah menjabat sebagai Dekan FEUI (1951–1957)
- Diakui sebagai ekonom penting dalam sejarah Indonesia, bahkan disebut sebagai “bapak ekonomi modern Indonesia”
Pemikiran dan dedikasinya telah memberikan arah bagi perkembangan ekonomi Indonesia serta melahirkan generasi ekonom yang berpengaruh. Kontribusinya yang besar inilah yang menjadi dasar berbagai bentuk penghormatan di lingkungan UI.
2. Penamaan Gedung dan Lahirnya PSB
Gedung Pusat Sumber Belajar FEB UI diberi nama Gedung Prof. Sumitro Djojohadikusumo sebagai bentuk penghargaan institusional:
- Penamaan gedung merupakan wujud penghormatan atas jasa beliau terhadap perkembangan FEB UI sejak awal berdiri
- Gedung ini kemudian dikembangkan menjadi Pusat Sumber Belajar (PSB) sebagai pusat layanan akademik modern
- Renovasi besar dilakukan dan diresmikan pada 10 Oktober 2013, memperkuat fungsi PSB sebagai pusat pembelajaran
Penamaan gedung Pusat Sumber Belajar ini merupakan bentuk penghargaan atas jasa dan kontribusi beliau. Dari sinilah muncul konsep bahwa gedung tidak hanya sebagai perpustakaan, tetapi juga sebagai ruang pelestarian nilai dan sejarah tokoh pendirinya.
3. Asal Mula Ruang Prof. Sumitro
Di dalam PSB kemudian dibangun Ruang Prof. Sumitro Djojohadikusumo, yang memiliki fungsi khusus:
- Menyimpan koleksi bacaan pribadi Prof. Sumitro
- Menampilkan narasi perjalanan hidup beliau sebagai akademisi, ekonom, dan negarawan
- Menyediakan duplikat benda-benda pribadi sebagai bentuk dokumentasi sejarah
Koleksi ini mencerminkan keluasan wawasan dan kedalaman pemikiran beliau sebagai seorang ilmuwan dan negarawan.
Makna keberadaan ruang ini
Ruang ini bukan sekadar ruang koleksi, tetapi:
- Ruang memorial (museum mini) untuk mengenang tokoh
- Sumber inspirasi akademik bagi mahasiswa dan peneliti
- Media edukasi sejarah ekonomi Indonesia melalui sosok Prof. Sumitro
4. Filosofi dan Tujuan Dibentuknya Ruang
Secara konseptual, keberadaan ruang ini mencerminkan:
a. Pelestarian Warisan Intelektual
Menjaga pemikiran dan karya Prof. Sumitro agar tetap dapat diakses generasi berikutnya.
b. Penguatan Identitas Institusi
FEB UI menegaskan akar sejarahnya melalui figur pendiri.
c. Inspirasi Nilai Keteladanan
Nilai-nilai seperti:
- integritas akademik
- pemikiran ekonomi kerakyatan
- peran intelektual dalam kebijakan publik
Nilai-nilai tersebut tetap relevan dan menjadi rujukan dalam studi ekonomi hingga saat ini. Warisan pemikiran Prof. Sumitro Djojohadikusumo akan terus hidup melalui karya, institusi, dan generasi yang terinspirasi olehnya.
5. Ruang Prof. Sumitro di PSB FEB UI lahir dari proses bertahap:
- Pengakuan atas jasa besar Prof. Sumitro
- Penamaan gedung PSB sebagai bentuk penghormatan
- Pengembangan ruang khusus sebagai memorial edukatif
Pesan abadi Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo, yang sering dijuluki sebagai Begawan Ekonomi Indonesia, menegaskan bahwa ilmu pengetahuan—terutama ekonomi—tidak boleh hanya menjadi teori di atas kertas, melainkan harus diabdikan untuk kesejahteraan masyarakat dan pembangunan bangsa.
Sehingga, ruang tersebut bukan sekadar fasilitas, tetapi menjadi:
“Simbol penghormatan, Pusat dokumentasi intelektual, dan Ruang inspirasi bagi Sivitas Akademika FEB UI”


