Disertasi
Superstition angka dalam pemasaran
Superstition about Numbers in Marketing
Pengarang:
Prof. Dr. Sofjan Assauri (Penguji) - ; Dr. Rizal Edy halim (Penguji) - ; Dr. T. Ezni Balqiah (Penguji) - ; Dr. M. Gunawan Alif (Penguji) - ; Harryadin Mahardika, Ph.D. (Penguji) - ; Prof. Dr. Adi Zakaria Afiff (Pembimbing/Promotor) - ; Harry Susianto, Ph.D (CoPromotor) - ; Tunjungsari, Hetty Karunia -
Deskripsi
Disertasi ini membahas unsur superstition dalam pemasaran, khususnya superstition angka yang dipercaya oleh etnis Tionghoa di Indonesia. Penelitian dalam disertasi ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh penggunaan atribut superstition terhadap perilaku pascapembelian, dilihat dari sisi pembeli dan penjual, dalam konteks kegagalan produk. Terdapat 3 studi dalam disertasi ini. Studi 1 merupakan survey yang dilakukan untuk mengkonfirmasi bentuk-bentuk superstition khas etnis Tionghoa Indonesia yang relevan dengan konteks pemasaran. Studi 2 dan 3 merupakan eksperimen 2x3 between participant yang dilakukan untuk membuktikan adanya moderasi peran sebagai pembeli maupun penjual dalam membentuk kepuasan atas produk.
Studi 2 dan 3 juga dilakukan untuk membuktikan adanya mediasi kepuasan dalam pengaruh kegagalan produk beratribut superstition terhadap kesediaan membeli/menawarkan kembali produk di masa mendatang. Studi 1 dan 2 dilakukan di Jakarta, sementara Studi 3 dilakukan di Medan. Temuan dari penelitian ini membuktikan bahwa etnis Tionghoa di Indonesia memiliki superstition angka yang mempengaruhi perilaku pengambilan keputusan pembelian mereka. Penelitian dalam disertasi ini juga membuktikan bahwa perbedaan daerah dapat mengakibatkan perbedaan karakteristik budaya etnis Tionghoa, yang pada akhirnya dapat membentuk respon yang berbeda dalam menyikapi situasi kegagalan produk
Studi 2 dan 3 juga dilakukan untuk membuktikan adanya mediasi kepuasan dalam pengaruh kegagalan produk beratribut superstition terhadap kesediaan membeli/menawarkan kembali produk di masa mendatang. Studi 1 dan 2 dilakukan di Jakarta, sementara Studi 3 dilakukan di Medan. Temuan dari penelitian ini membuktikan bahwa etnis Tionghoa di Indonesia memiliki superstition angka yang mempengaruhi perilaku pengambilan keputusan pembelian mereka. Penelitian dalam disertasi ini juga membuktikan bahwa perbedaan daerah dapat mengakibatkan perbedaan karakteristik budaya etnis Tionghoa, yang pada akhirnya dapat membentuk respon yang berbeda dalam menyikapi situasi kegagalan produk